NasionalRagam

Mapala Se-Indonesia Mendaki Puncak Tertinggi di Kalsel Demi Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih

MeratusNews.com, BARABAI – Ratusan peserta dari Mapala se-Indonesia mengikuti Pendakian Nasional Merah Putih ke Puncak Gunung Halau-Halau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Kegiatan itu digelar oleh Mapala Uniska Banjarmasin yang merupakan ajang tahunan untuk melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih di Puncak Tertinggi Kalimantan Selatan (Kalsel) 1.901 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL).

Ketua Pelaksana Kegiatan, Rizky Dwiyanto menjelaskan, Pendakian Merah Putih kali ini digelar dengan mengangkat tema “Semangat Kemerdekaan, Revolusi Hijau”. Tercatat, ada 123 orang yang menjadi peserta kegiatan.

“Para peserta itu dari 44 delegasi Mapala se-Indonesia,” terangnya.

Kata dia, kegiatan tahun ini tidak hanya difokuskan pada pendakian saja. Melainkan, juga di Desa Hinas Kiri yang turut dilaksanakan sosialisasi Geopark, sesi berbagi dan reuni, sunatan massal dan cek kesehatan

“Serangkaian lomba 17-an yang turut meramaikan kegiatan untuk di desa. Lalu penanaman pohon, pemutaran film, selamatan penutup, serta diakhiri pemilihan tuan rumah Pendakian Nasional 2024,” jelasnya.

Hingga kini, para peserta masih melangsungkan pendakian dari Pos 2 Sungai Karuh menuju Pos 4 Penyaungan. Mereka akan segera melangsungkan pengibaran tepat pada 17 Agustus 2023 di puncak tertinggi tersebut.

Sementara itu, Bupati HST, H Aulia Oktafiandi melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Wahyudi Rahmat menyampaikan, pihaknya atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST mengucapkan selamat datang kepada para peserta pendakian di Bumi Murakata.

“Kegiatan pendakian bukan hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga mencakup semangat dan tekad untuk menaklukkan rintangan serta menggapai puncak tertinggi,” paparnya.

Dia mengajak, para peserta untuk menjadi pelopor dalam melestarikan alam dan menjaga kelestarian. Sehingga, generasi mendatang juga dapat menikmati keindahan dan kekayaan alam ini.

“Jangan tinggalkan apapun selain jejak, jangan ambil apapun selain foto dan jangan bunuh apapun selain waktu,” tuturnya.

Sebelumnya, pelepasan telah digelar di Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur (BAT) oleh Dandim 1002/HST, Letkol Kav Gagang Prawardhana bersama Asisten III Bidang Administrasi Umum, Wahyudi Rahmat, pada Selasa (15/8/2023) kemarin.(rel/mpau)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button