Kriminal

Menyeberang Sungai Satui Berenang Siri Meninggal Tenggelam

MeratusNews.com, SATUI – Nelayan bernama Siri (53) warga Jalan Mutiara RT 23, Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu ditemukan Meninggal tenggelam di Sungai Satui, Kecamatan Satui, hari Sabtu (3/6/2023) siang sekira pukul 12.00 Wita.

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo SIK yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres Tanah Bumbu IPTU Jonser Sinaga membenarkan peristiwa tengelamnya nelayan di Sungai Satui.

Menurut J Sinaga, korban sudah ditemukan oleh tim gabungan dari Polsek Satui dibantu Airud Pos Muara Satui, TNI, relawan dan masyarakat.

Informasi dilapangan rekan korban sesama nelayan bernama Kamarudin (40) menceritakan, peristiwa ini bermula ketika mereka berdua ingin pulang ke rumah dari kapal dengan cara berenang di Sungai Satui.

Nah ketika berada di tengah sungai, Kamarudin yang merupakan tetangga korban di RT 23 Jalan Mutiara Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui ini merasa tidak sanggup untuk melanjutkan menyeberang sungai karena kelelahan kemudian memutuskan untuk berenang kembali ke kapal.

“Tetapi teman saya Siri tetap melanjutkan untuk berenang. Setelah mau sampai di pinggir sungai ternyata dia tenggelam,” katanya Kamaruddin ketika memberikan keterangan kepada petugas Polsek Satui, Polres Tanah Bumbu.

Melihat korban tenggelam, Kamarudin kemudian meminta tolong temannya untuk menolong korban.

Warga lain yang mengetahui bernama Ardi langsung terjun ke sungai dan berenang untuk menolong korban.

Akan tetapi ketika sudah sampai di lokasi tenggelam, Ardi tidak menemukan lagi korban Siri.

Atas peristiwa tenggelamnya korban kemudian dilaporkan ke Polsek Satui Polres Tanah Bumbu.

Tak lama berselang, anggota Polsek Satui dibantu Airud Pos Muara Satui, TNI, relawan dan masyarakat datang ke lokasi untuk melakukan pencarian korban.

Alhasil, korban Siri ditemukan sore hari sekitar jam 16.00 Wita dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka.

Keluarga korban sendiri menerima dan merelakan kejadian ini sebagai musibah serta tidak ingin dilakukan visum maupun otopsi kepada jasad korban.(muh)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button